Gamereactor Indonesia. Tonton trailer video game terbaru dan interview dari konvensi gaming terbesar di dunia. Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor
artikel
Song of Nunu: A League of Legends Story

Raúl Rubio membahas Song of Nunu dari Tequila Works: premis, inspirasi, dan sihir

League of Legends Story selanjutnya dari Riot Forge akan dirilis tahun 2022, dan kami mengobrol soal petualangan Nunu dan Willump.

HQ

Setelah merilis Hextech Mayhem dan The Ruined King di akhir 2021, game paling diantisipasi selanjutnya dari Riot Forge adalah Song of Nunu: A League of Legends Story. Dibuat oleh studio game Tequila Works yang berbasis di Madrid dan akan dirilis pada tahun 2022, game ini adalah game ketiga yang akan mengembangkan lore Runeterra dengan pendekatan pemain tunggal, namun kali ini game ini akan meninggalkan genre platformer ritmis dan RPG berbasis giliran untuk berfokus pada petualangan, puzzle, dan fantasi. Kami mengobrol dengan direktur kreatif Raúl Rubio di Fun & Serious Game Festival untuk mempelajari lebih dalam soal game-nya dan inspirasi-inspirasi yang melebihi Rime, game beken sebelumnya yang ditelurkan oleh studio ini.

"Song of Nunu adalah game soal persahabatan, kepolosan, dan harapan," Rubio menjelaskan definisi yang diutarakan Andrew Hoffacker dari Riot Forge. "Jadi, yah, tujuan Song of Nunu bukanlah membuat game soal Nunu atau mengikuti tren... [Bersama Willump] di League of Legends, mereka pada dasarnya satu karakter. Ya, di sini Nunu memang mengendarai yeti yang perkasa, namun kamu juga mengontrol Willump, tentu saja. Dan Nunu ada di sini sebagai sejenis hiburan, bukan? Namun di sini ada hubungan di antara mereka, dan hal inilah yang menarik untuk kami. Inilah yang ingin kami eksplorasi di game ini. Bukan soal memiliki hubungan sejenis tuan dan budaknya, bukan soal memiliki ekstensi dirimu sendiri yang menuruti semua perintahmu, lebih seperti, yah, kamu punya dua karakter yang harus bekerjasama untuk menjalani sebuah petualangan akbar, sebuah petualangan paling akbar, seperti kata Nunu, dan ini adalah tantangan dan kesempatan yang ada, dan tentu saja kami mengambilnya."

HQ

The Last Guardian bertemu Zelda: Ocarina of Time?

Rubio percaya bahwa "hubungannya amat menggemaskan dan emosional", yang mengangkat memori soal The Last Guardian yang juga dicintai. Dengan hal ini, dan seruling magis yang disinggung di trailer, kami bertanya soal pengaruh Fumito Ueda dan Zelda. Untuk yang pertama, Team ICO memang sangat menginspirasi Tequila Works dan Rime di masa lalu, dan baik Ueda maupun Rubio sudah saling mengetahui soal satu sama lain sejak 2017, saat desainer Jepang ini memuji game Spanyol tersebut.

Ini adalah iklan:

"Bukan rahasia bahwa kami sangat memperhatikan audio, mungkin karena di pengalaman-pengalaman sebelumnya, di studio kami semua cenderung melupakan soal audio, meski audio adalah 50% dari pengalamannya," Rubio berjanji. "Di Tequila Works kami mencoba untuk lebih mendalam dan menyentuh hati. Jadi tentu saja kami menggunakan banyak hal berbeda dan yang paling jelas tentu adalah visualnya, dan pilihan mood dan palet warnanya, dan pada dasarnya, perjalanan emosional yang perlahan-lahan terungkap sepanjang game, namun tentu saja audio dan musik mencakup setengah bagian lainnya. Mereka ada di sini untuk menggenggam tanganmu dan membawamu masuk ke dalam mood, dampak ribuan tahun rekayasa sosial yang manusia sudah... saya cuma bercanda (tertawa). Jadi, ya, saya senang Anda menyadari hal ini dan musik memang sangat, sangat penting di Song of Nunu, jadi saya kira kami akan mengumumkan lebih banyak soal itu dekat-dekat ini, karena ini adalah sesuatu yang saya ingin bicarakan."

Pentingnya Willump

Kita punya dua karakter ini dan hubungan mereka, namun berangkat dari League of Legends, siapakah Willump dan apakah yang dapat dilakukan pemain dengannya di Song of Nunu?

"Kami menginginkan keseimbangan antara anak lelaki polos yang sangat rentan, dan seekor monster perkasa yang bisa merobekmu menjadi dua jika ia inginkan"

Ini adalah iklan:

"Kami biasanya mendeskripsikan Willump sebagai boneka beruang terbesar sepanjang masa," Rubio menjelaskan. "Namun, jujur saja, ia memang sebuah karakter super besar, empuk, dan enak dipeluk, namun ini karena Nunu membayangkannya seperti itu. Jangan lupa, mereka punya hubungan magis. Faktanya, Willump terlihat seperti itu karena Nunu. Jadi, yeti adalah makhluk legenda bahkan di Runeterra, dan tentu saja ada alasan di balik itu. Pada dasarnya, WIllump mungkin adalah salah satu yeti terakhir dan, jika kamu tahu lore-nya, ada yeti seperti yang kamu bisa pura-pura temukan di Himalaya di bumi kita ini."

"Willump adalah seekor yeti magis yang bisa menggunakan sihir es. Kami menginginkan keseimbangan antara anak lelaki polos yang sangat rentan dan seekor monster perkasa yang bisa merobekmu menjadi dua jika ia inginkan, namun tentu saja Willump amat bijak dan amat tua. Saya mungkin akan menyesali perbandingan ini, namun ini bisa dibilang seperti Bud Spencer dan Terence Hill, dimana salah satu besar dan pemarah dan yang satu lagi amat ceria dan hiperaktif, namun lebih polos."

HQ

Keseimbangan antara keindahan dan kegilaan

Mengobrol soal bagaimana Nunu melihat Willump, dan berpikir soal karya Tequila Works yang sebelumnya, kami akhirnya ingin tahu lebih jauh soal keseimbangan yang dibicarakan Raúl di trailer.

"Di semua game Tequila Works kamu hanya bisa menduga yang tidak terduga, seperti Inkuisisi Spanyol, saya rasa..." canda Rubio. "Namun ini benar! Maksudnya, jika Anda melihat game-game kami, mereka terlihat amat berbeda di permukaan. Gaya seni yang berbeda, genre yang berbeda, platform yang berbeda.... Namun mereka punya beberapa elemen yang sama. Hal ini juga berlaku untuk Song of Nunu. Kami cenderung tidak menganggap diri sendiri serius. Kami sadar banyak yang ambigu di dunia ini, dan pada dasarnya tidak ada hitam dan putih, baik maupun buruk. Namun di saat yang sama, kami tidak berpura-pura tidak bermakna atau gila cuma karena... Wohoo! Keren! Ada sapi terbang! Kami berjalan meniti garis merah yang amat tipis. Karena, jika kamu lebih berat ke salah satu sisi, kamu akan mendapatkan reaksi yang tidak diinginkan dari pemain."

"Plot di sini pada dasarnya adalah segitiga antara Nunu, Willump, dan Lissandra. Ketiganya telah mengalami kehilangan di masa lalu..."

"Jadi, jika saya harus mendeskripsikan, tanpa membocorkan cerita di Song of Nunu, di mana letak keindahan dan kegilaan di sini, saya akan mengatakan bahwa plot di sini pada dasarnya adalah segitiga antara Nunu, Willump, dan Lissandra. Ketiganya telah mengalami kehilangan di masa lalu, dan ketiganya telah disentuh oleh nasib yang sama, ketiganya mengambil keputusan dan pilihan berbeda dan ketiganya memiliki pandangan berbeda soal hal ini. Saat mereka bersama, bertiga, mereka bisa saling berbagi, dan saya tidak mengatakan apakah ini hal yang baik atau buruk, atau di tengah-tengah. Namun di kebanyakan cerita, dan ini adalah hal yang kita cenderung nyaman dengannya, kita menyukai cerita-cerita yang kecil dan intim, dimana kamu dapat sangat dekat dan personal dengan karakter-karakternya dan menemukan di mana sisi kemanusiaan mereka berada. Sekali lagi, saya telah menyinggung bahwa saya suka kerutan-kerutannya, mungkin tidak secara harfiah, namun maksud saya adalah semua karakter perlu cela, karena tanpanya mereka hanyalah idola. Kamu tidak bisa mengidentifikasi diri dengan seseorang yang sempurna, bukan? Atau benar-benar penuh cela. Jadi, kami mencoba untuk melihat karakter-karakter ini dalam pandangan baru dan kami mencoba menyajikan mereka, bagaimana diri mereka, dalam cara yang kamu tidak akan bisa lihat di League of Legends, untuk alasan yang jelas. Saya rasa Arcane, di Netflix, adalah salah satu contoh bagus hal ini, dimana kamu melihat karakter-karakter yang kamu tahu dan cintai, namun dari pandangan yang amat berbeda."

Song of Nunu akan dirilis tahun 2022 ini di semua platform besar, dengan tanggal pastinya masih menunggu pengumuman lebih lanjut. Tequila Works baru berulang tahun ke-12 beberapa bulan lalu setelah merilis game-game seperti Gylt, Rime, Groundhog Day, Sexy Brutale, atau Deadlight. Mereka tengah menyelesaikan pengembangan Song of Nunu untuk Riot Forge, sambil mengerjakan satu proyek lain secara paralel, dan telah memulai proyek baru lagi.

Teks terkait



Loading next content